Ayat-Ayat Cinta

Sudah lama novel itu terlihat sudut mata di tumpukan rak toko buku. Di dekatnya ada sepotong kertas bertuliskan “best seller”.

Tapi entah kenapa tak ada ‘chemistry’ yang menjalin saya dengan buku itu. Lain dengan Laskar Pelanginya Andrea Hirata misal. Ataupun Veronica Memutuskan Mati-nya Paulo Coelho. Hingga meski beberapa kali terpegang, buku itu tak pernah terbeli.

Sampai beberapa hari yang lalu seorang kawan les bahasa Inggris meminjamkan buku bersampul kuning emas itu pada saya. Memegangnya dengan enggan, tapi karena saya harus menjaga perasaannya, buku itupun masuk ke dalam tas. Kapan akan kubaca jika tugas-tugas menumpuk tak henti?

Kemarin malam akhirnya terluang juga waktu buat membaca Ayat-ayat Cinta. Hmm, ternyata buku itu cukup dahsyat untuk dibaca. Meski bahasanya tak seganas Saman, Larung(Ayu Utami), Tetralogi Laskar Pelangi(Andrea Hirata) ataupun Atas Nama Malam(Seno Gumira),  Ayat-ayat Cinta punya satu hal yang tak dimiliki novel lain. Semangat berdakwah. Semangat mengingatkan. Setidaknya tentang bagaimana beragama yang benar harus dilakoni.

Betapa selama ini kita terlanjur terjebak pada sikap realisme dan melupakan idealisme ajaran sunnah yang sebenarnya. Seperti : menunda shalat karena pekerjaan, terlalu cuek pada tetangga, atau seringnya kita melupakan membaca Al Qur’an karena terganti suara televisi di ruang tengah.

Fahri sebagai protagonis memang terlalu ideal dan hampir-hampir sempurna. Rasanya akan sulit menemui Fahri di dunia nyata. Tapi apapun ia telah mengingatkan kita, bahwa seharusnya begitulah seorang muslim harus bersikap. Menjunjung kehormatan wanita, mencintai tetangga, menghargai mereka yang berbeda keyakinan tanpa harus merendahkan diri sendiri sebagai muslim.

Setidaknya buku itu telah mendorongku untuk mendengarkan Al Qur’an kembali dengan Winamp saat menulis tulisan ini. Bercampur dengan lagu-lagu Padi, Gigi, Daphne Carmin dan Norah Jones yang selama ini menduduki tangga listku di sana.

Terima kasih pada penulisnya karena sudah bersedia mengingatkan, sudah bersusah payah dengan cara yang menyentuh. Semoga bermanfaat di dunia dan akhirat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: