Di atas pesawat.

aku menulis ini di atas pesawat menuju delhi, india.
padahal seharusnya tidak.
menurut rencana, seharusnya aku masih tidur di kamar kostku, ngobrol dengan ibu kost yang putrinya barusan operasi kandungan di griu.
makan malam, lantas berpikir apakah besok kasus-kasus yang ada bisa kuselesaikan dengan baik atau tidak.

tapi itu semua tak terjadi.
pagi aku bangun, lantas berpikir tentang oleh2 yang pagi ini akan kuberikan pada seorang teman yang sudah banyak membantu.
berangkat ke RS, naik sepeda.
menyelesaikan 2 kasus. sempat terpikir untuk lanjut, tapi karena satu dua hal aku memutuskan untuk ke RS Soetomo.
eh, ternyata di sana belum mulai. tiwas kesusu pikirku..
iseng aku membuka ipad dan ternyata 3G dari simpati sudah lancar.
lantas kuputuskan untuk sinkronisasi email yahoo.

ada email dari India… kupikir biasa saja. pemberitahuan kalo konggres multi tanggal 5..
kubaca lebih teliti..
wedeww…
ternyata tertanggal 29 Sept, dan aku diundang mengikuti kursus untuk fellow hari Kamis!
saat itu rabu siang, padahal tiketku berangkat baru esok! ini berarti besok aku akan melewatkan kursus utk fellow di India.
segera kuprint email, telpon berusaha utk mengubah jadwal tiket(yang tak kunjung ada jalan keluar), sembari tetap mengasisteni dr Jeff..

saat kasus CTO ditunda dengan sukses, segera kukayuh sepeda, pulang ke kost, ngepack barang, masukkan ke koper.
sempat terpikir untuk berhenti di sini.
kenapa harus tergesa?
kenapa harus memaksa diri?
ini bukan perjalanan naik bus ke jakarta atau jogja. ini ke india!
so, kansku untuk join course hari Kamis sangat kecil. karena bahkan dari Silk Air bilang tempat duduk utk ke Singapur hari ini penuh.

tapi kuputuskan utk mencoba. hingga titik terakhir.
berjalan di bawah panas matahari, menyeret koper.
bertekad berangkat malam ini ke Delhi.
aku harus sampai ke sana besok. how? entah.

naik becak ke jalan raya, naik taksi, dan untungnya aku tak mampir2 ke silk air di basuki rachmad. padahal sempat terpikir.
telpon travel agent. dari situ aku tahu bahwa pemikiran untuk mencari tiket pesawat lain ke Singapur lantas berganti dg SQ(Sing Airlines) tidaklah mungkin. itu akan menyebabkan semua tiketku hangus tak terpakai.

di bandara, aku sempat bingung mau bertanya pada siapa.
akhirnya kudatangi loket jas dan petugasnya tiada. insist aku bertanya, dan ternyata yang menemuiku malah petugas dari silk air.
ia yang menyarankanku untuk menunggu dan mencoba hingga loket cek in buka.
even it looks impossible, but it worth to try in next 2 hours.

dan…
alhamdulillah dapat tiket!
🙂

then, now I’m flying…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: