Saatnya Mengampuni Soeharto?

Hari-hari itu adalah hari yang penuh gempita. Semangat turun ke jalan. Berteriak. Melawan. Hiruk pikuk yang makin mengeras pasca penembakan Semanggi tahun 1998.

Sebagian besar mahasiswa ikut larut dalam arus. Saya sebagai komponen kecil, ikut menyebarkan pamflet, dan seperti yang lain, rapat, berbaris dan berteriak. Larut dalam kemerdekaan yang entah kenapa, seakan baru saja turun dari langit.

Sudah hampir 10 tahun kini. Soeharto, seseorang yang saat itu dicerca, tak pernah selesai diproses secara hukum. Begitu banyak hal yang menghambat. Termasuk masalah kesehatan. Beberapa teman sejawat dokter senior di Jakarta, meyakini bahwa Soeharto mengalami sakit permanen. Ia tak layak menjalani kasus pidananya lebih lanjut.

Kini sakitnya makin parah. Gagal organ multiple. Jantung, ginjal, paru-paru, semua kelelahan mengikuti irama hidup. Sudah sunnatullah sebenarnya. Mereka capek. Ingin berhenti. Pertanyaan yang ramai di berbagai surat kabar, inikah saatnya mengampuni Soeharto? Baca lebih lanjut