Sang Musafir, Mohamad Sobary

Penyakitku kumat lagi. Bukan. Bukan ayan ataupun stress akibat terlalu banyak tugas. Tapi penyakit beli buku. Masak dalam 2 hari berturut-turut mampir ke Toga Mas terus 😦 .

Kemarin sebenarnya cuma mau beli peta kota Surabaya. Tapi malah gak jadi, karena tidakada peta yang lengkap ttg daerah Surabaya barat dan Benowo. Yo wis.

Trus pas pegang2 Eleven Minutes-nya Paulo Coelho, nggak sengaja ketemu bukunya Kang Sobary. Tinggal satu di Toga Mas. Baca sekilas, isinya menurutku bagus . Bingung mau pilih mana, nekat saja tak buka sampul plastiknya Eleven Minutes. 🙂 Maaf….

Hmm. Entah kenapa belum ada ‘chemistry’ dengan novel Coelho yang ini. Akhirnya Sang Musafirlah yang ditakdirkan Allah terbawa olehku ke kasir.

Sebelum membacanya jadi ingat kata-kata Kang Mohamad Sobary di Kompas beberapa tahun lalu. Saat itu aku masih PTT di Grabag, Magelang.  Kalo gak salah  : “Beragama tidak dengan sorban dan jubah. Tapi beragama ada di dalam hati yang tunduk.”