Baju Pramuka dan Sampah

Di satu siang yang penat aku pulang ke rumah. Berliku memasuki gang, mataku terhenti pada sosok baju coklat pramuka yang berjalan payah ke depan. Seorang anak lelaki, mungkin baru berusia 16 atau 17 tahun, tengah bekerja keras menarik sebuah gerobak penuh sampah. Keringat penuh dan basah. Bau busuk menusuk. Aku merasa kasihan pada anak lelaki berbaju pramuka yang mesti bekerja dengan ribuan bakteri di punggungnya.

Tapi mungkin rasa kasihan itu tak perlu. Saat bersitatap, kulihat ada cahaya di matanya. Senyum tipis menghiasi wajah.

Anak lelaki itu sepertinya tak menyimpan lelah dan rasa sesal. Ia menikmati hidupnya.

Sedang aku? Saat itu pula aku tengah berpikir tentang beban hidup yang belum juga lapang. Tugas2 yang menumpuk. Uang bulanan yang tak jelas. Cita-cita yang masih jauh di awang.

Senyum anak muda itu membuatku merasa sedih. Mungkinkah ia merasa terjebak dalam pekerjaannya sekarang? Atau ia bahagia?

Satu hal yang jelas, mungkin Tuhan tengah mengirim lelaki muda itu agar aku bisa berkaca pada mata dan senyumnya. Hidup tak pernah seutuhnya mudah. Tapi toh ia harus diterima. Lain itu tidak.

Sebongkah Doa untuk Jakarta

miskin1.jpg

Baru 2 hari di Jakarta, dan sudah kepingin pulang. Emang, dasar wong ndeso.. 🙂

Tapi terasa memang kalo kota ini sudah terlalu sumpek. Setidaknya buatku. Jadi bertanya dalam hati, kenapa ya ibukota negaraku seperti ini? Padahal kata seorang teman, di Jakartalah lebih dari 80% uang negeri ini berputar.

Kalau memang demikian, mengapa uang yang banyak itu tak bisa memperbaikimu, Jakartaku? Atau karena uang sebanyak itu sebenarnya cuma dimiliki oleh segelintir orang saja, para kapitalis dan pejabat korup?

Entah.

Kuharap itu cuma prasangka buruk. Tapi kalau toh benar, maka kurasa mereka masih berbaik hati. Setidaknya mereka tetap menyisakan sesuatu bagi rakyat kecil.

Yakni sungai berbunga sampah…

sungai-sampah.jpg

Ya Allah, jadikanlah kami bangsa yang besar. Yaitu bangsa yang berani memaafkan mereka yang pantas dimaafkan. Juga bangsa yang berani menghukum mereka yang sungguh bersalah. Kabulkanlah ya Allah… Amin ya Rabbal alamin…

foto diambil dari internet, alamatnya lupa..