Puluhan Milyar di Balik Perda KTR (Jawa Pos 23/09/08)

oleh dr. M. Yusuf Suseno

Suatu pagi Prof dr Moh. Yogiarto SpJP(K), ketua Bagian Ilmu Penyakit Jantung FK Unair/RSU dr Soetomo, menguji saya. “Sudah terbukti dari berbagai penelitian bahwa perokok pasif berisiko hampir sama dengan perokok aktif untuk terkena serangan jantung. Lantas, mengapa kita masih ragu mengesahkan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR)?”

Sebagai rakyat kecil, saya butuh beberapa hari untuk berpikir keras menjawab pertanyaan baliau. Menurut saya, keragu-raguan kita pada Perda KTR mungkin terjadi karena kita percaya bahwa warga Surabaya sudah cukup kaya untuk membuang Rp 10 miliar-Rp 100 miliar secara cuma-cuma.

Benarkah? Salah tidaknya jawaban itu bergantung pada hasil tarik ulur Perda KTR yang kini terjadi. Tapi, dari mana angka miliaran rupiah itu muncul? Baca lebih lanjut