the butterfly effect and my life without me

habis nonton the butterfly effect di transtv.
film fiksi yang bagus. tentang seseorang yang bisa menggunakan ingatannya buat kembali ke masa lalu, dan mengubah masa kini.
di tengah2 nonton film itu aku juga teringat film yang pernah diputar di metrotv.
judulnya : my life without me.
tentang seorang perempuan muda yang terkena kanker, dan ia menggunakan sisa waktunya untuk melakukan apa yang ia inginkan sebelum mati.
pun juga menyiapkan segala sesuatu untuk kehidupan orang2 terdekatnya sebelum ia mati.

ingatan akan my life without me memaksaku berpikir : apa yang sebenarnya kuinginkan dalam hidup?
dan anggap saja aku akan mati dalam hari-hari ini, sungguhkah aku telah melakukan hal-hal yang sungguh bermakna, sungguh2 kuinginkan dalam hidup?

the butterfly effect juga membuatku sungguh2 sadar, bahwa segala sesuatu memiliki konsekuensi yang sering kita sesali.
sayangnya kita tak memiliki kemampuan untuk mengubahnya seperti evan, tokoh utama film itu.
mungkin karena sebenarnya kita tak sungguh2 sadar saat memilihnya.

ah, sungguh kita ini pejalan tidur, kata seorang teman.
jarang sekali bangun dan hidup untuk detik ini. saat ini.
padahal seharusnya tidak.

tidak ada yang kebetulan dalam hidup. dan aku yakin film ini adalah pelajaran dari Allah untukku.