Cardiac Resynchronization Therapy (CRT) untuk Pak Harto(Suara Pembaruan 25/1/08)

oleh dr. M. Yusuf Suseno

Mengapa kondisi mantan Presiden Soeharto memburuk dan mengalami kegagalan fungsi multi organ? Pertanyaan tersebut banyak dilontarkan masyarakat. Berbagai sumber menyebut adanya diabetes mellitus, batu ginjal, gangguan fungsi ginjal, kelainan irama jantung disertai penurunan fungsi pompa jantung, dan adanya riwayat stroke. Semua itu menyumbang terjadinya perburukan status kesehatan Pak Harto. Dan sebagai sebuah organ penentu kehidupan, berkali pula tim dokter menyebut Cardiac Resynchronization Therapy (CRT), sebagai salah satu pilihan untuk memulihkan jantung Pak Harto.

Tim yang beranggotakan para pakar ini berharap dengan CRT, jantung Pak Harto bisa memompa darah lebih efektif, dan ujung-ujungnya bisa memulihkan fungsi organ yang lain. Mengapa jantung Pak Harto membutuhkan CRT? Benarkah CRT seampuh itu? Bagaimana cara kerja CRT di jantung Pak Harto nantinya?

Jantung sebagai sebuah organ vital dalam tubuh terdiri atas empat ruang. Ruang pertama adalah atrium(bilik) kanan, yang berfungsi menerima darah ‘kotor’ dari seluruh tubuh. Darah ini kemudian masuk ke ruang kedua, ventrikel(serambi) kanan, yang memompa darah ke paru-paru. Paru-paru mengisi darah dengan oksigen, mengirimnya ke ruang ketiga, atrium kiri jantung. Atrium kiri memompa darah ’bersih’ melewati sebuah pintu yang disebut katup mitral, menuju ventrikel kiri, ruang terpenting dari jantung. Mengapa disebut terpenting? Karena ventrikel kiri inilah yang bertugas memompa darah, menyalurkannya ke seluruh tubuh, termasuk organ penting seperti ginjal, otak dan paru-paru. Baca lebih lanjut