Lowongan CPNS, Membunuh atau Menghidupi Impian?

Abdul Kalam, mantan presiden India selalu mengatakan, “Bermimpilah, karena mimpi akan menuntun kepada pikiran dan pikiran menuntun pada tindakan.” (Kompas 21/11/07)

Tapi kenyataannya bukan itu yang terjadi. “Mengapa hati manusia tidak menyuruh mereka untuk terus mengejar impian-impian mereka?” Pertanyaan Paulo Coelho dalam novel legendaris The Alchemist itu mencuat di tengah bertebarannya informasi tentang lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di internet.

Ah, siapa yang tak ingin memiliki pekerjaan, berpenghasilan tetap serta memiliki status di masyarakat seperti mereka? Sebagian besar dari kita  sepertinya akan menjawab ‘ya’ untuk pertanyaan itu.

Hal ini dibuktikan oleh membludaknya peminat tes penerimaan calon Pegawai negeri sipil(CPNS) yang dilakukan oleh berbagai departemen. Contohnya adalah tes CPNS Departemen Kehutanan beberapa minggu yang lalu. Terdapat 42.000 pelamar se-Indonesia hanya untuk memperebutkan 550 kursi.

Apa sebenarnya apa yang mendasari sebagian dari kita berbondong-bondong mengikuti tes yang sangat kompetitif seperti itu? Mengapa kita cenderung memilih berlindung di zona nyaman sebagai PNS dan bukannya membuka peluang tanpa harus menghamba pada orang lain, termasuk pada Pemerintah? Baca lebih lanjut