Hujan yang Sebentar

oleh Puthut EA (Kompas, 16 Februari 2003), dapat diakses di Kompas

AKU masih berbicara tentang ingatan, juga hujan yang hanya sebentar dan kenapa ia kekal dalam ingatan. Aku rasa karena ada keping peristiwa yang menyertainya, yang mungkin layak tercatat dalam ingatan. Atau mungkin sebaliknya, hujanlah yang menyertai peristiwa. Mungkin semua berjalan seperti catatan orang akan sejarah. Tidak semua peristiwa tercatat dalam lembarannya. Ada sesuatu yang tidak sekadar peristiwa di dalam sejarah, juga dalam hal ingatan. Tidak semua gugur daun, nyanyian, matahari yang tenggelam, khotbah, desir angin, percakapan. Dan ini tentang hujan yang sebentar, yang kekal dalam ingatan.

Senja dan hujan yang sebentar. Seperti percakapan-percakapan yang terusir, lalu mencari tempat berdiamnya sendiri, mungkin meratap diam-diam. Dan di pojok entah mana, aku dan kamu, dibuntal oleh hujan yang sebentar, di senja hari. Baca lebih lanjut