Roma 2016

Aku tak tahu kenapa tulisan ini kuberi judul Roma 2016. Apakah akan ada Roma 2017? Entahlah.

Kota ini terasa sepi. Beda dengan Paris yang hiruk pikuk dan high tech. Roma sunyi dan sepi. Tua.

Kebetulan aku tinggal di hotel Domus Aventina. Sisi kota yang tak terlalu pikuk. Kamarku juga ada di lantai bawah. Dengan taman berbalkon yang kurang terawat. Pohon tua di samping bangunan lama tak berwarna.

20160827_080940

Tapi aku tak peduli. Aku cuma butuh ketenangan yang sunyi. Mencekam yang diam. Ditemani  Olafur Arnalds, musiknya mengiris, tak lekang dipecah kepakan burung di taman luar.

Diam-diam, lirih kubaca puisi M Aan Mansyur.

Silakan klik judul puisinya jika ingin mendengar rengeng2 saya dan aransemen Olafur Arnalds sebagai latar.. 

Ketika Ada yang Bertanya Tentang Cinta. 

3 Tanggapan

  1. 👍
    Semangat, sukses trus dokter, banyak buat tulisan yg menginspirasi lagi ya dokter😊

  2. Dalem banget dok…menjiwai banget baca puisinya…
    Keren 👏
    “dalam diam, sunyi dan sepi dikota tua dengan tiada..”
    Roma 2016

  3. Selalu senang mendengar bacaan puisi mase.. ..dulu, kini hingga esok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: