Yang Ada Cuma Pilihan

Dan pada akhirnya yang ada cuma pilihan, kita ingin menua dengan siapa.
Karena anak2 yang kau sayangi akan meninggalkanmu.
Kuliah, lantas kerja atau menikah.
Lantas tinggal di antah berantah.

Dan pada akhirnya yang ada cuma pilihan, kita ingin mati seperti apa.
Karena hidup yang jaya akan berakhir pula.
Merunduk, kejang yang sebentar.
Lantas diam yang lama. Sangat.

Dan pada akhirnya yang ada cuma pilihan, kita ingin dikenang sebagai apa.
Karena jangan harap ada yang mengingat dengan cinta.
Saat diam kita yang lama itu sudah terasa lama, mantan suami atau istri itu akan menikah lagi, lantas mereka tidur di rumahmu.
Tabunganmu dijadikan bekal bulan madu.
Hahaha.

Dan pada akhirnya yang ada cuma pilihan, luka seperti apa yang ingin kau ingat.
Atau luka mana yang kau lupakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: