Pulang

Image

Malam sudah turun, tanpa gerutu dan tanpa siasat. Seperti jala hitam yang mengepung kota; seperti segalon tinta yang ditumpahkan seekor cumi raksasa ke seluruh permukaan Jakarta. Seperti juga warna masa depan yang tak bisa kuraba.

Paragraf pertama novel Leila S Chudori itu membawaku pada masa lalu. Tentang Eyang Soesatyoku. Juga tentang masa depanku yang seperti juga ia, tak bisa kuraba..

Tapi kurasa, tidak hanya Hananto yang dijemput di April 1968 itu. Tidak juga Eyang Soesatyoku. Hampir semua kita tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Gelap seperti malam yang dikepung jala hitam, ditumpahi segalon tinta dari seekor cumi raksasa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: