Dini Hari. Dini Hari yang Kesekian.

Dini hari. Terperangkap di dalamnya.
Perjalanan sudah begitu jauh.
Tiba-tiba menumpuk tanya.
Lantas sadar, hidup tak teramalkan. Unknown prognosa.

Dini hari. Lamat2 kemresek kaset pengajian dari musholla.
Suara kipas angin. Mencoba menepis panas udara.
Membaca tulisan lama.
Tersentak.
Ah, tujuan hidup yang sering terlupa.

Dini hari.
Dini hari yang kesekian.
Sendiri saja.
Masih di Surabaya.
Sadar, masih belum jadi apa-apa.

Menjadi daun pun belum bisa.

Dini Hari. Dini Hari yang Kesekian.
Esok entah dimana.
Ini kereta.
Jalan.
Tak sampai juga.

Satu Tanggapan

  1. pak dokter sudah jadi dokter. dokter dan penulis. jadi anak dari bapak-ibu. jadi ayah dan suami. jadi sahabat. juga blogger, facebooker, twitter… hehehe dan masih banyak lagi, termasuk jadi manusia yang sempurna [catatan: disebut sempurna karena punya ketidaksempurnaan — demikianlah manusia… hehe]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: