Risk Unusual

Sebagian keputusan yang kuambil memang tak biasa.
Aku tahu itu. Sebagian beresiko. Sayangnya tak hanya satu. Banyak. Tak terhitung.
Termasuk saat aku meninggalkan RS Margono, memutuskan untuk sekolah intervensi.
Budeku di Purwokerto mencandaiku, Mas Yusuf ki SpS, alias spesialis sekolah…:)
Dan sepertinya beliau benar. Aku telah dikutuk untuk tak berhenti.

Tapi seperti Jim Rohn bilang,
If you are not willing to risk unusual, you will have to settle for the ordinary.

Sayangnya resiko melihat waktu berlalu begitu saja itu lebih tak bisa kuterima.
Lantas, jika hari2 ini aku harus naik kereta tiap minggu, sekolah lagi di Surabaya daripada menjadi ‘cardiologist’ satu2nya di RS Margono dg segala attributnya, kurasa itu harus kuterima dg lapang dada.
Begitu juga dengan kamar kostku yang sempit, sepeda onthel yg mesti kukayuh tiap hari menuju Soetomo.. Persis seperti saat aku menjadi resident bertahun lalu..
Juga rasa sepi kehilangan kesempatan untuk mendidik, membagi inspirasi pada para murid.
I really miss that moment.. Berdiri dan memberikan sesuatu pada mereka..

But, anyway, let’s enjoy the ride…

20120905-063141.jpg

2 Tanggapan

  1. he..he..SpS. cocok tenan. Tapi bukannya sekolah/mencari ilmu itu diperintahkan oleh agama? jika ikhlas, balasanNya indah sekali, ditinggikan beberapa derajat….. maka, percayalah, keluarga akan dijaga oleh yg maha menjaga. Jadi, keep on riding… gambatte kudasai..

  2. membacanya,,,membuatku “mrebes mili” sukses ya dok???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: