Satu Masa, Suatu Peristiwa

Perjalanan ke Surabaya. Subuh kesekian.
Bangun dari mimpi di kereta Bima. Mimpi yang entah mengapa.
Menatap diri di cermin kamar kecil kereta.
Buram. Wajah menua.
Terguncang rel. Ribuan kilometer.
Dan baru kini tersadar beberapa hal.

Aku ingat saat masih resident putaran interna di Surabaya. Bertahun lalu.
Pada seorang lelaki seusiaku kini, 36 th, yg menderita sirosis hepatis.
Ia baru saja selesai S2 Unair, begitu gagah, namun tiba2 harus masuk RS karena ascites.
Perut yang membesar, berisi cairan karena kekurangan albumin.
Unfortunately, I couldn’t save him. He died.

Mengingatnya membuatku berpikir, kalau apapun yg terjadi pada diriku saat ini, tak seharusnya aku mengeluh.
At least, I’m alive.
Bisa sekolah lagi. Diberi keberanian menapak jalan mimpi2.
Juga banyak hal lain yg lupa kusyukuri.
Sangat banyak bahkan.

Termasuk surat dari kekasih setiaku, Cinta.

20120312-041848.jpg

Ya Allah, ampuni hambaMu yang pandai mengeluh ini…

2 Tanggapan

  1. so sweet dok… anak-anak yang pintar

  2. wah mbrebes mili mripatku nek eling selalu saja ngarep sing apik2 lan lali nyukuri sing wis dimiliki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: