Angin

Ya. Kalian benar. Itu yang ingin kukatakan pada guru2ku, juga hatiku. Anginlah yang mendorong hidupku hingga terantuk dari satu momentum ke momentum yang lain. Seakan tanpa arah.

Tapi tidak. Bukankah Kau sendiri yang bilang, tak ada kebetulan dalam hidup? Dan segala sesuatu terjadi karena alasan tertentu? Apa yang terjadi jika tak ada angin yang menciptakan riak hidup? Bukankah tanpanya, kita, para manusia layang-layang yang diulur tangan kehidupan, tak bisa naik tinggi dan lebih tinggi lagi?

Angin. Mulai hari ini aku takkan membencinya, memepertanyakannya. Aku akan menerimanya. Seperti juga aku menerimaMu. Lagipula, ia pula yang membuatku bertahan hidup. Menggerakkan layar perahu..

Hanya saja, malam ini, anginku, datanglah padaku. Aku ingin bertanya, berapa lama pelabuhanku itu tiba?

2 Tanggapan

  1. bukannya anginnya udah lahir dok,,,,,he,,,he…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: