Akhir dan Awal Segala

Hari-hari Lebaran adalah masa ketika kita pulang. Secara lahiriah, wadag, maupun batiniah, hati.

Ya, sayapun pulang ke ceruk masa lalu di Semarang. Menelusuri kota lama, nyekar di Kendal, dan tak lupa, menata ulang tumpukan buku di rak yang berdebu. Di sanalah jejak2 itu tersimpan.

Dari lemari tak terurus itulah saya sadar, betapa lebih dari 20 tahun lalu (saat itu masih SMP) sebenarnya Allah telah menyiapkan beberapa hal untukku. Allah mendorongku membaca buku-buku Al Ghazali, juga menyentuh (meski secara superfisial) ajaran ilmu tasawuf dari berbagai sumber.

Surrender. Pasrah. Tawakkal. Salah satu kunci terbesar dalam hidup yang selama ini pelan terlupa.

Dari salah satu buku terbaca ulang doa Ibnu Taimiyah saat ia dipenjara dan didholimi. (yang ternyata adalah HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Anas).

Dan mulai hari ini, doa itu akan terus mengisi hidup. Menjadi salah satu titik awal dari segala sesuatu.

“Ya Allah hidupkanlah aku apabila kehidupan itu lebih baik bagiku. Dan matikanlah aku apabila kematian itu lebih baik bagiku. ”

Kulanjutkan dengan doa versiku sendiri :

“Ya Allah kupasrahkan segala sesuatu dalam hidupku kepadaMu. Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tak tahu apa-apa.. ”

Dari sanalah kuputuskan untuk mengakhiri segala kegelisahan, dan mengawali hidup baru. Yakni dengan percaya, bahwa Allah selalu bersama. Membimbing. Memberi yang terbaik. Mendorongku untuk pantang menyerah, namun di saat yang sama menyerahkan keputusan akhir padaNya. Dalam keluarga, karir, masa depan, apapun.

Hari ini pula aku berdoa bagi kesembuhan guru dan mentorku, dr Jatno Karjono SpJP di Surabaya, yang percaya bahwa aku akan tumbuh di manapun saya ditanam. Berbunga meski di tanah yang keras sekalipun.

Terima kasih atas segalanya Guru. Terima kasih karena telah menjadi sumber inspirasi. Ngaturaken sugeng riyadi..

Terakhir, akhirnya kalimat dalam film Fearless kembali terngiang.

Everything is arranged. Everything is wonderful..

2 Tanggapan

  1. I’ve heard it said
    That people come into our lives for a reason
    Bringing something we must learn
    And we are led
    To those who help us most to grow
    If we let them…

    Listen to this beautiful song, pak: http://www.voicesnoises.com/2011/09/watching-kristin-chenoweth.html

  2. akhirnya dibuka lagi blog ini,😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: