Menukar Hidup

Hari ini aku melihat seseorang hendak menukar hidupnya dengan sesuatu. Entah apa. Mungkin untuk mendapatkan uang, memiliki pekerjaan, menunjukkan kesetiaan, atau mungkin sekadar cinta.

Ia, lelaki itu, dengan sepeda motornya, menyalip truk di depan, saat dari arah sebaliknya sebuah bus kota jurusan jembatan merah-sidoarjo melaju tak kalah kencang.

Nyaris. Mungkin tinggal beberapa sentimeter saja, ia hampir menukar hidupnya dengan celaka,  kematian. Kematian demi tak terlambat ke tempat kerja, segera sampai rumah, atau sekadar memenuhi janji, menyenangkan seseorang yang ia panggil, ”Sayang.”

Ternyata, begitu pula aku. Aku menukar hidupku, sebagian hidupku, juga masa kecil anak2ku, dengan karir, dengan uang.

Hari ini,  setelah seharian di kantor demi karir,  siang ini aku pulang, hanya sekadar untuk sholat, mandi dan berangkat lagi. Kerja. Kerja. Kerja hingga malam nanti.

Padahal aku tahu gadis keduaku, Lintang, yang cemberut menyambutku di ruang tamu itu, mengerutkan kening  semata karena kangen pada Bapaknya.

”Kenapa pergi lagi Pak?”

”Bapak harus kerja.”

”Kenapa Pak?”

”Supaya dapat rejeki. Jadi kita bisa beli lauk.”

Benarkah demikian? Mungkin tidak. Mungkin sebenarnya aku bisa saja tetap di rumah, bermain dan membelikan putriku donat seperti yang ia minta. Dan kami toh tetap bisa makan. Mungkin tidak berlebihan. Mungkin tak harus mewah. Tapi toh tak akan kekurangan. Takkan kelaparan.

Tapi aku tetap saja berangkat ke klinik. Kerja. Sekadar untuk mendapatkan uang tambahan, atau merasakan kenyamanan finansial.

Atau  untuk mencicipi rasa aman? Entahlah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: