Catatan Januari 2003 : Nurcinta Zahida

anakku,

aku tahu, bahwa segala sesuatu itu milik Allah semata.

dan segalanya juga akan kembali.

tapi sungguh, bapak dan ibumu memang masih terus melakukan kesalahan manusiawi ini.

kami mencintaimu nak.

dan kami ingin kau sehat selalu.

jangan sakit. jangan susah. jangan sedih.

padahal sehat, kemudahan dan kebahagiaan, bukankah itu cuma mainan kanak belaka?

dan lagi : bukan kita yang punya.

tapi memang sulit untuk mendapatkan pencerahan sejati.

dan terus, kami terus mencintaimu.

padahal seperti juga nyawa di wadag  ini,  kau pun juga semu.

dan bukankah kekayaan sejati cuma satu : Allah semata?

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan omong kosong belaka. Sungguh akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidaklah kamu memahaminya?” (al An’aam 32)

pasti cah ayu. pasti kau memahaminya. bukankah itu sebabnya kunamai kau Zahida ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: