Pulang.

Masjid Agung Kendal

Pulang. Bagiku, pulang adalah langkah untuk memetakan dan memahami apa yang kulakukan hari-hari ini.

Termasuk sore kemarin, sehari sebelum Lebaran, saat aku shalat Magrib di Masjid Kendal setelah nyekar almarhum Eyang di makam Kuncen, Kalibuntu Wetan.

Sudah lebih 20 tahun berlalu. Saat-saat aku bersekolah di SMP 1 Kendal. Hari-hari ketika aku mulai belajar tentang tasawuf, dan tiap kali istirahat  siang, kubawa sarung untuk menyambanginya. Duduk dan merasakan dingin lantainya.

Ajaran Imam Ghazali begitu merasukiku. Terutama tentang seluk beluk zuhud. Aku ingat, aku pernah menulisnya di cermin. Zuhud, yang terdiri dari 3 perkara. 1. Tidak senang saat mendapat dunia. 2. Tidak sedih saat ditinggalkan dunia. 3. Tidak sibuk dengan dunia hingga lupa kepada Allah.

Kini aku telah begitu jauh. Selain nama anakku yang pertama, Zahida(perempuan yang zuhud), lelaku zuhud tak lagi berbekas dalam diriku. Dunia telah sungguh menelanku dalam-dalam.Terlalu dalam hingga kini harus berpikir dan bertanya.

Apa yang telah kulakukan selama 20 tahun ini? Benarkah telah sungguh bermakna? Bagaimana jika tidak? Akankah aku akan mendapat 20 tahun berikut?

Pulang. Sungguh aku ingin pulang…

Satu Tanggapan

  1. waduh kesindir maneh aku rek…….ihiks.
    Matur suwun sampun di eling ke mas Yusuf…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: