Memilih dan Menerima Takdir

pilihan

Beberapa hari lalu, aku merasa malu dengan sandal jepitku. Meskipun nyaman dipakai, ternyata ia sudah butut. Lantas masuklah aku ke Ramayana Bontang (swalayan terbesar di sini), kucari sandal baru yang menurutku, tampangnya lebih lumayan. Harganya tentu lebih mahal.

Tiga hari berlalu, ternyata sandal baru itu lebih berat dan permukaan talinya yang ‘keren’ membuat kakiku lecet.  Aku jadi mudah capek dengan sandal baru itu.

Sore ini, di depan kamar, entah kenapa mataku jatuh pada mereka berdua, lantas tersirat, bahwa Allah ingin aku berpikir. Lantas  belajar untuk menerima takdir.

Mengingatkan pada satu hal, bahwa apa-apa saja yang kita pandang baik, belum tentu baik menurut Allah.  Dan apa-apa yang dipandang jelek di sisi manusia, belum tentu jelek di sisi Allah.

Allah Maha Tahu. Kita tak tahu apa-apa.

4 Tanggapan

  1. memilih hal yang kita tidak inginkan memang sulit diterima apalagi pilihan “TAKDIR” tersebut datangnya dari Sang Pencipta…
    tapi kita diwajibkan untuk tunduk dan pasrah pada takdir Tuhan, agar kelak nasib baik berpihak pada kita..Kerelaan menerima ketetapan Tuhan menghindarkan kita dari kerugian di hari ini dan masa yang akan datang…..

    Hidup itu sendiri pilihan ya kan dok… tinggal kita yang memilih mau happy or sad…^_^

  2. Duh..mas dokter ini tulisan2nya bahasannya sederhana tapi maknanya dalem banget.Inspiratif sekali deh..

  3. betul sekali…kita memang harus selalu belajar mensyukuri apa-apa yang kita peroleh saat ini.

    today is a gift, that’s why we call it “present”

    *hehe…saya taut, ya blognya…

  4. saya tertarik dengan artikel anda.
    sandal anda sekarang bagaimana keadaannya??
    dan apa kesan anda setelah memakainya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: