Seorang Perempuan dengan Kanker Payudara

Pagi ini aku berangkat seperti biasa. Seakan hari akan berakhir rutin di sore hari. Tapi ternyata tidak. Pasien kelima kami hari ini, seorang perempuan masuk ke dalam ruang pemeriksaan ekhokardiografi. Kulihat wajahnya, masih muda. Lebih muda dariku. Di status terbaca, 29 tahun. Diagnosa : Infiltrating Ductus Carcinoma Mammae dengan Metastase  ke Paru dan KGB(kelenjar getah bening). Ini adalah stadium akhir kanker payudara, dimana sudah terjadi penyebaran ke organ lain, yakni paru-paru dan kelenjar getah bening.

Aku tercenung. Sekali lagi, hidup tak adil, kataku dalam hati.

Bagaimana mungkin seorang perempuan muda 29 tahun yang tengah menyusui bayi berusia 3 bulan harus menjalani kemoterapi? Aku menatap matanya, lantas berpikir tentang kenyataan hidup yang pahit.

Melihat diriku sendiri dan merasa malu.

Betapa tidak bersyukurnya aku.

Betapa mudahnya merasa sedih, bahkan kadang putus asa hanya karena hal2 kecil…

Tapi setelah membaca posting guruku ini, aku jadi agak lega. Mungkin hidup sebenarnya tak seburuk itu. Tuhan tak sekejam itu. Sesungguhnya, kita memang tak punya apa2. Semua milik Allah semata..

3 Tanggapan

  1. gemana ngomongnya ke pasien ya..ihik..

  2. Wah, seperti itulah yang saya rasakan ketika saya tahu bahwa ibu saya kanker adenokarsinoma, disaat saya sendiri juga sedang tidak yakin bahwa saya punya penyakit jantung akibat kelainana darah. Waktu itu saya lalu menulis puisi, yang ketika baru2 ini saya harus berhadapan lagi dengan kenyataan papa saya stroke, saya lalu menumpahkannya disini . Satu hal yang saya selalu yakini adalah, saya tidak pernah sendiri, ada DIA yg selalu menemani dalam setiap langkah saya.

    Dalam menghadapi masalah, saya selalu meminta sama yg empunya kehidupan ini, agar saya diberi kemampuan untuk merubah segala hal yang masih mungkin saya rubah, dan diberi keiklhasan untuk menerima hal yang TIDAK mungkin saya rubah, dan kebijaksanaaan untuk membedakan keduanya, mana yg masih bisa saya rubah dan mana yang tidak. Ohya, saya pernah posting juga mengenai itu disini

    Ya ampun pak dokter…
    Ini jelas2 curhat colongan namanya, hehehe. Minta maaf yach. And terima kasih udah melink saya. Link dokter juga udah saya pasang di blog saya.

    semoga saya masih boleh belajar2 lagi dari dokter.

    salam,

    Silly

  3. Waduh… Stelah q bca ini, q bru sdar, bhwa tdak smw org sberuntung q, q slalu merasa kurang dg apa yg tlah diberikan-Nya kpdaq, tp q jg g bleh lgsung puas dg ap yg q miliki skarang kan? N q hruz mnjadi insan yg lbih baek dr yg skarang.. Tinkyu,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: