terima kasih gunung..

telaga warna

hari minggu pagi pulang kampung sekalian pergi ke telaga warna di dieng, wonosobo, jawa tengah.
termasuk menyambangi kembali gua semar, tempat Pak Harto pernah bersemadi. eh ternyata siangnya ia meninggal.

hmm, jadi ingat lembaran kelopak mawar yang tersebar di depan pintu gua. sekaligus bau wangi kemenyan menusuk hidung..

sesaat disana aku cuma ingin berhenti sejenak. diam. meniru gunung.

terima kasih gunung…

4 Tanggapan

  1. Terima kasih, Dieu… karena kawanku bisa melihat bahwa gunung bukanlah gunung 😉

  2. 🙂

  3. bagus….sayang nyinggung orang yang sudah meninggal secara tidak sopan…. kasian kamu dosa !!!

  4. waduh, iya.. kasian saya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: