Saatnya Mengampuni Soeharto?

Hari-hari itu adalah hari yang penuh gempita. Semangat turun ke jalan. Berteriak. Melawan. Hiruk pikuk yang makin mengeras pasca penembakan Semanggi tahun 1998.

Sebagian besar mahasiswa ikut larut dalam arus. Saya sebagai komponen kecil, ikut menyebarkan pamflet, dan seperti yang lain, rapat, berbaris dan berteriak. Larut dalam kemerdekaan yang entah kenapa, seakan baru saja turun dari langit.

Sudah hampir 10 tahun kini. Soeharto, seseorang yang saat itu dicerca, tak pernah selesai diproses secara hukum. Begitu banyak hal yang menghambat. Termasuk masalah kesehatan. Beberapa teman sejawat dokter senior di Jakarta, meyakini bahwa Soeharto mengalami sakit permanen. Ia tak layak menjalani kasus pidananya lebih lanjut.

Kini sakitnya makin parah. Gagal organ multiple. Jantung, ginjal, paru-paru, semua kelelahan mengikuti irama hidup. Sudah sunnatullah sebenarnya. Mereka capek. Ingin berhenti. Pertanyaan yang ramai di berbagai surat kabar, inikah saatnya mengampuni Soeharto?

Saya belum lahir ketika Soekarno turun. Tapi pelajaran SD yang tertanam di kepala mengatakan, Soekarno membuat beberapa kesalahan, termasuk karena terlalu dekat dengan PKI. Perannya sebagai Proklamator RI tenggelam dalam masa-masa gelap tahun 1965.

Kemudian satu persatu buku baru diterbitkan. Ternyata ada banyak versi. Ada banyak cerita. Ada banyak yang belum diketahui tentang peristiwa G30S. Sungguhkah ia didalangi PKI ? Atau sebenarnya ada kekuatan lain yang berperan lebih besar ?

Meski terlambat, akhirnya buku-buku itu berhasil membuka sebagian mata generasi baru. Setidaknya berkata bahwa sejarah bukan produk akhir. Sedang yang lain dibakar, menjadi abu karena dianggap menyalahi kebenaran sejarah. Ah, kebenaran sejarah, siapa pemilik sesungguhnya?

Belajar dari perlakuan terhadap Soekarno, rasa-rasanya kita sudah banyak berubah. Saya masih ingat dengan kata-kata dr. Kartono Mohamad tentang akhir hidup Soekarno. Tubuh yang sakit, gagal ginjal(mirip dengan Soeharto saat ini), tapi diasingkan di Wisma Yasso dan tidak pernah dikunjungi dokter spesialis. Kesimpulannya, Soekarno memang dengan sengaja, entah atas perintah siapa, ditelantarkan dan tidak memperoleh perawatan medis sebagaimana layaknya seorang Presiden (waktu itu Soekarno masih Presiden sah).

Bandingkan dengan berkumpulnya dokter-dokter ahli di RSPP, maraknya kunjungan manusia, dan bersih-bersih di dalem Kalitan Solo. Termasuk rute ke komplek pemakaman yang sudah disiapkan aparat.

Kembali ke pertanyaan, inikah saatnya mengampuni Soeharto? Secara hukum, seperti Jaksa Agung bilang, ia tak pernah terbukti bersalah. Lantas untuk apa diampuni? Soeharto, bagi saya, adalah sebuah perlambang kekuasaan yang tumbang. Keangkuhan manusia yang memang tak seharusnya dipertahankan.

Soeharto bagi saya, adalah ingatan akan hilangnya banyak manusia, termasuk Wiji Thukul, buruh penyair yang pernah saya lihat berteriak lantang di halaman kampus Sastra Undip. Tapi Soeharto jugalah yang membangun Puskesmas dan membuat jalan di Plantungan, kampung kecil saya tempat para simpatisan anggota PKI pernah dikurung, menjadi beraspal mulus.

Mengampuni Soeharto bagi rakyat kebanyakan seperti saya bukanlah masalah besar. Seperti juga manusia lain beliau pernah melakukan kesalahan. Rasanya diam-diam mungkin saya sudah mulai melupakan masa lalu. Bagaimana dengan tuntutan mengembalikan harta negara? Rakyat kecil tak berharap banyak. Mungkin karena mereka tahu kalau Pemerintah sepertinya sulit untuk menang. Dan kalau toh menang, apakah harga minyak tanah akan turun? Sepertinya tidak.

Satu Tanggapan

  1. ini masalah yang dilematis. kalau kita mengampuni, dipikirnya Indonesia fleksibel sama hukum, kalau kita gak mengampuni, rasanya kejam juga kita. Beliau kan juga berjasa besar terhadap bangsa ini, dan dengan beliau membuat kesalahan, apakah kita lantas melupakan jasa2nya?
    kalau menurut saya, beliau seharusnya diampuni dengan tetap sesuai prosedur hukum yang berlaku.
    lagipula beliau sekarang juga sudah wafat, apakah pantas kita menghujat orang yang sudah dipanggil Allah…
    i’m at http://www.i-know.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: