comfort zone

hari ini seorang kawan menawarkan sesuatu padaku.
sesuatu yang kadang kupikirkan, terutama saat perjalanan terasa berat dan melelahkan.
beberapa teman menyebutnya sebagai zona nyaman atau comfort zone.

tawaran itu membuatku jadi bertanya, siapkah aku untuk berhenti berjalan? berumah, membesarkan anak dan kata sebagian orang : berbahagia? beranikah aku melupakan mimpi2ku?
tapi, ini pertanyaan yang sering mendera pula,  sungguhkah mimpi2 itu, sesuatu yang kadang terasa samar, benar2 berarti?

aku jadi ingat satu paragraf dalam the alchemist-nya Paulo Coelho :

Everyone, when they are young, knows what their destiny is. “At that point in their lives, everything is clear and everything is possible. They are not afraid to dream, and to yearn for everything they would like to see happen to them in their lives. But, as time passes, a mysterious force begins to convince them that it will be impossible for them to realize their destiny.”

sayangnya dunia ini memang tak seramah yang kita kira. dan ahirnya kekuatan misterius itu pun makin kuat mempengaruhi.

aku jadi teringat dengan masa lalu. betapa aku sudah meninggalkan kemapanan semacam itu karena memilih sekolah lagi.
dan jika kini ia datang lagi, benarkah ia datang lagi untuk mengujiku? atau ia sebenarnya adalah pertanda agar aku lebih realistis?
mestikah aku melepaskan mimpi2ku? haruskah aku berkawan dengan kenyataan?

entah.

« »

3 Tanggapan

  1. Yus,
    Aku tidak melihat adanya kontradiksi antara mimpi2, idealisme dan PNS…
    kalau di depkes, mungkin iya. tapi kalau PNS di diknas, rasanya masih banyak ruang untuk meneruskan idealismemu….bahkan menumbuh suburkannya, menancapkannya di benak mahasiswa2 baru yg masih penuh semangat itu… bersama mereka yg masih muda2, kamu bisa berjiwa muda terus…sehingga tdk perlu kuatir apa yg disampaikan Paulo Coelho itu terjadi padamu…
    Percayalah..aku sdh membuktikannya….

  2. aku percaya mbak.
    seperti kata the secret : kini aku tinggal meminta, percaya, dan menerima..

  3. Assalaamu’alykum maaf saya ga sengaja tersasar ke sini , jadi ga sengaja juga membaca.saya masih kuliah di kedokteran dan merasakan hal yang sama .Kemana kah angin akan membawa saya?apakah saya harus membuat titik balik disini?atau apa angin yang membawa saya itulah titik baliknya?tapi sepertinya semua teman saya merasakan hal yang sama.intinya sih kita semua punya pikiran yang sama tentang itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: